Ini sudah masuk bulan desember. Masih dengan hujan yang
terus datang. Dan matahari yang sedikit ciut dengan hari sehingga hanya ada
awan bersamanya. Namun bersabarlah, ini akan berganti. Setiap sore didalam
beranda rumah yang hangat Jingga, mempehatikan apa yang terjadi akhir-akhir
ini.
Setelah berlama-lama menandang ke langit, Jingga menarik satu kesimpulan. Senja terbiasa dengan Hujan di bulan Desember. Senja selalu tersenyum didekat Hujan sebelum Senja datang. Tapi Jingga tau Senja dan Hujan bukanlah hal yang dikategorikan satu. Karena itu mereka tak dapat bersatu atau datang secara bersamaan. Harus ada yang datang pertama dan mengikuti belakangan. Tak akan menjadi satu dan datang bersamaan.
Dihari yang gelap, sedikit berangin dan medatangkan kailat dan petir mau Hujan dan Senja tak ada yang hadir. Yang ada hanya Badai. Badai yang kencang, Badai yang kuat dan menakutkan karena menghancurkan. Menandakan puncak dari musin penghujan akan selesai. Dan Hujan hanya bisa dihempaskan oleh Badai yang kuat dan tak terkalahkan. Hingga hilang dibalik awan yang menutupi hari. Dan Senja ? Hanya berdiam dibalik awan satunya.
Maret terlalu cepat datang, Hujan jarang menujukkan hidupnya. Senja bagai tak hidup,hanya sendiri. Selalu sendiri dan apapun sendiri. Mulai dari awal datang, menunjukan diri,menghangatkan sore hari, melihat peristiwa, bercerita bahkan saksi bisu untuk kalian yang bercerita. Semua Senja lalui sendiri tanpa hujan. Entah sampai kapan. Mungkin sampe Desember datang bersama Hujan dan Senja yang lain.
Setelah berlama-lama menandang ke langit, Jingga menarik satu kesimpulan. Senja terbiasa dengan Hujan di bulan Desember. Senja selalu tersenyum didekat Hujan sebelum Senja datang. Tapi Jingga tau Senja dan Hujan bukanlah hal yang dikategorikan satu. Karena itu mereka tak dapat bersatu atau datang secara bersamaan. Harus ada yang datang pertama dan mengikuti belakangan. Tak akan menjadi satu dan datang bersamaan.
Dihari yang gelap, sedikit berangin dan medatangkan kailat dan petir mau Hujan dan Senja tak ada yang hadir. Yang ada hanya Badai. Badai yang kencang, Badai yang kuat dan menakutkan karena menghancurkan. Menandakan puncak dari musin penghujan akan selesai. Dan Hujan hanya bisa dihempaskan oleh Badai yang kuat dan tak terkalahkan. Hingga hilang dibalik awan yang menutupi hari. Dan Senja ? Hanya berdiam dibalik awan satunya.
Maret terlalu cepat datang, Hujan jarang menujukkan hidupnya. Senja bagai tak hidup,hanya sendiri. Selalu sendiri dan apapun sendiri. Mulai dari awal datang, menunjukan diri,menghangatkan sore hari, melihat peristiwa, bercerita bahkan saksi bisu untuk kalian yang bercerita. Semua Senja lalui sendiri tanpa hujan. Entah sampai kapan. Mungkin sampe Desember datang bersama Hujan dan Senja yang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar