Jumat, 07 November 2014

Lini Tersembunyi.

Lagi sibuk-sibuknya buka kutipan di balik linimasa. Ketawa, tersenyum dan senang melihatnya. Masa-masa itu. Masa-masa dimana aku belum tau apa yang kau perjuangnkan. Masa-masa dimana aku hanya tau itu pertemanan dan masa-masa aku polosnya dan kau di bully oleh satu sekolah. Sayang itu hanya bertahan sampai sini, sampai kepulangan kedua kalinya aku ke kota kita. Aku tak tahan lagi menahannya, menahan kebertahuanku, menahan egoku dan menahan kau untuk tak melihat yang lain.

Aku akui aku nyaman ada di dekatmu, nyaman bersamamu dan nyaman saat senja datang denganmu. Nyaman ini aku beri nama “PERSAHABATAN”. Karena nyamanku adalah saat kamu bersayap menyapku saat aku jatuh dan enggan merapat. Karena nyamanku saat semua orang tidak percaya dan kau percaya, karena nyamanku adalah kamu dengan plang SAHABAT TANPA BATAS.

Namun aku keliru dengan nyaman ku. Karena nyamanku bukanlah nyamanmu. Kau ingin lebih dan aku sudah di batas ambag maksimal. Salahkah ? salah menurutku, karena sesungguhnya tak ada cinta yang bertepuk sebelah tangan. Apabila tangan satu ingin bertepuk, pasti ada tangan satu yang lain yang menerimanya.






Yogyakarta, 8/11/14

Setelah meyaksikan lini dibalik linimasa.

Rabu, 01 Oktober 2014

Badai Sehari

Ini sudah masuk bulan desember. Masih dengan hujan yang terus datang. Dan matahari yang sedikit ciut dengan hari sehingga hanya ada awan bersamanya. Namun bersabarlah, ini akan berganti. Setiap sore didalam beranda rumah yang hangat Jingga, mempehatikan apa yang terjadi akhir-akhir ini.

Setelah berlama-lama menandang ke langit, Jingga menarik satu kesimpulan. Senja terbiasa dengan Hujan di bulan Desember. Senja selalu tersenyum didekat Hujan sebelum Senja datang. Tapi Jingga tau Senja dan Hujan bukanlah hal yang dikategorikan satu. Karena itu mereka tak dapat bersatu atau datang secara bersamaan. Harus ada yang datang pertama dan mengikuti belakangan. Tak akan menjadi satu dan datang bersamaan.

Dihari yang gelap, sedikit berangin dan medatangkan kailat dan petir mau Hujan dan Senja tak ada yang hadir. Yang ada hanya Badai. Badai yang kencang, Badai yang kuat dan menakutkan karena menghancurkan. Menandakan puncak dari musin penghujan akan selesai. Dan Hujan hanya bisa dihempaskan oleh Badai yang kuat dan tak terkalahkan. Hingga hilang dibalik awan yang menutupi hari. Dan Senja ? Hanya berdiam dibalik awan satunya.

Maret terlalu cepat datang, Hujan jarang menujukkan hidupnya. Senja bagai tak hidup,hanya sendiri. Selalu sendiri dan apapun sendiri. Mulai dari awal datang, menunjukan diri,menghangatkan sore hari, melihat peristiwa, bercerita bahkan saksi bisu untuk kalian yang bercerita. Semua Senja lalui sendiri tanpa hujan. Entah sampai kapan. Mungkin sampe Desember datang bersama Hujan dan Senja yang lain.

Jumat, 19 September 2014

senja dimata baru.

menjadi lebih baik adalah pilihans etiap orang. Bukankah barang siapa yang menabur benihnya maka  ia akan manuai hasilnya. salah satu step bahkan cara saya untuk hidup lebih baik lagi adalah dengan cara ini.welcome to the new role life !!!